Auto Added by WPeMatico


KETIKA Bayu (Angga Yunanda) menyangkal cita-cita bapa menjual rumah, tanah dan menyatakan sumpah cintanya kepada hidupnya di Latas, kita tahu lelaki itu sudah pernah merasai dinginnya sebuah kesepian. Lampu-lampu kota, kebuluran dan keserabutan Jakarta mengikis semangatnya hari demi hari. Namun Latas dan kawan-kawan di sanggar memberinya makna bahagia, dia kembali ketawa. Sanggar dan Pesta Sambetan … Read more
The post Para Perasuk: Membunuh sunyi, antara nyata dan khayal appeared first on Utusan Malaysia.


